Thursday, 18 November 2010

Makalah Materi PAI MTs

ANALISIS PERBANDINGAN KBK & KTSP

Dalam Materi PAI Aqidah Akhlaq kelas VII MTsN

SEMESTER III

Tugas UAS Materi Kuliah M. PAI MTs



Disusun Oleh:

Harris Kristanto

NIM: D31208015

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

SURABAYA

2009


BAB I

A. Pendahuluan

Banyak kalangan, termasuk Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. Apakah Penyataan mereka itu dimaksudkan untuk menghibur guru agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. Namun kini sudah dimunculkan kurikulum baru, Kurikulum 2006. Sehingga muncullah statement tersebut.

Hal ini sangat ironis, karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. Dugaan mereka hanya mengulang pernyataan dari BSNP, aparat Pusat Kurikulum, Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut, niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata, secara signifikan. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya.

Dan jika dipadukan materi PAI MTs kurikulum 2006 (KTSP) lebih mumpuni dan lebih bertahap. Berikut pembahasan yang akan kami bahas. Antara Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan KTSP.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Esensi dari munculnya KBK adalah sejalan dengan makna arus pembaharuan pendidikan dan pembelajaran yang selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah berhenti. Pendidikan dan pembelajaran berbasis kompetensi merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kulitas pendidikan dan pembelajaran. Apa dan bagaimaimana selanjutnya dapat mengikuti alur fikiran dalam tulisan ini.

Dalam konteks inilah pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti. Pendidikan dan pembelajaran berbasis kompetensi merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kulitas pendidikan dan pembelajaran.

Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah "pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur". Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global, karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena. itu, penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global. Implikasi pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasiskan kompetensi.

Paradigma pendidikan berbasis kompetensi yang mencakup kurikulum, pembelajaran, dan penilaian, menekankan pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada siswa/mahasiswa melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran yang mencakup pemilihan materi, strategi, media, penilaian, dan sumber atau bahan pembelajaran. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa/mahasiswa dapat dilihat pada kemampuan siswa/mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikuasai sesuai dengan staniar prosedur tertentu.

Setelah kita mengetahui arti dan tujuang singkat dari kurikulum KBK atau 2004 berikut contoh silabus yang kami bahas mengenai Aqidah dan Akhlaq untuk siswa MTsN kelas VIII untuk Semester I:

Kelas/Semester : II/ I

No

Kompetensi Dasar

Hasil Belajar

Indikator

1.

Kemampuan Memahami dan menyakini sifat-sifat wajib dan mustahil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah.

Siswa mampu menunjukkan keyakinanya melalui pemahaman terhadap sifat-sifat wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah (Qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’,bashar, kalam)

Siswa mampu :

1. Menjelaskan pengertian sifat-sifat wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

2. Menjelaskan makna sifat-sifat wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

3. Hafal sifat-sifat wajib Allah sifat-sifat wajib Allah wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

4. Menunjukkan dalil aqli dan naqli tentang sifat-sifat wajib Allah wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

5. Menunjukkan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat-sifat wajib Allah wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

6. Menunjukkan sikap dan perilaku orang yang beriman terhadap sifat-sifat wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

7. Terbiasa bersikap dan berperilaku sebagai orang yang beriman terhadap sifat-sifat wajib Allah wajib Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

Siswa mampu menunjukkan keyakinanya melalui pemahaman terhadap sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah (Qodiran, muridan, aliman, hayyan, sami’an,bashiran, mutakalliman )

Siswa mampu :

1. Menjelaskan pengertian sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

2. Menjelaskan makna sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

3. Hafal sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

4. Menunjukkan dalil aqli dan naqli tentang sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

5. Menunjukkan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat- sifat mustakhil Allah. yang ma’ani/ma’nawiyah

6. Menunjukkan sikap dan perilaku orang yang beriman terhadap sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

7. Terbiasa bersikap dan berperilaku sebagai orangg yang beriman terhadap sifat- sifat mustakhil Allah yang ma’ani/ma’nawiyah

2.

Kemapuan Memahami dan menyakini sifat jaiz Allah

Siswa mampu menunjukkan keyakinanya melalui pemahaman terhadap sifat jaiz Allah

Siswa mampu :

1. Menjelaskan pengertian sifat Jaiz Allah

2. Hafal sifat jaiz Allah

3. Menunjukkan dalil aqli dan nakli tentang sifat jaiz Allah

4. Menunjukkan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat jaiz Allah

5. Menunjukkan sikap dan perilaku orang yang beriman terhadap sifat jaiz Allah

6. Terbiasa bersikap dan berperilaku sebagai orangg yang beriman terhadap sifat jaiz Allah

3.

Terbiasa berakhlak terpuji kapada diri sendiri dalam kehidupan bersama

Terbiasa menunjukkan sikap dan perilaku berakhalk terpuji inovatif, kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai,

cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif

Siswa mampu :

1. Menjelaskan pengertian akhlak terpuji (inovatif, Kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai, cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif )

2. Menunjukkan ciri-ciri akhlak terpuji (inovatif, kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai, cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif )

3. Menunjukkan dalil aqli dan naqli akhlak terpuji (inovatif, Kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai, cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif)

4. Mengklasifikasi nilai-nilai berakhlak akhlak terpuji (inovatif, Kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai, cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif)

5. Menunjukkan nilai, sikap dan perilaku berakhlak terpuji akhlak terpuji (inovatif, Kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai, cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif )

6. Terbiasa berakhlak terpuji akhlak terpuji (inovatif, Kreatif, produktif, kooperatif, kompetitif, percaya diri, tekad yang tinggi, pandai, cermat dan teliti, sustainability, komunikatif, ekspresif )

4

Terbiasa menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari

Siswa mampu menunjukkan sikap dan perilaku tercela pasif, rendah diri, tidak punya pendirian,

Siswa mampu :

1. Menjelaskan pengertian akhlak tercela (pasif, rendah diri, tidak punya pendirian).

2. Menunjukkan ciri-ciri akhlak tercela (pasif, rendah diri, tidak punya pendirian).

3. Menunjukkan dalil aqli dan naqli akhlak tercela (pasif, rendah diri, tidak punya pendirian).

4. Mengklasifikasi nilai-nilai berakhlak akhlak tercela (pasif, rendah diri, tidak punya pendirian).

5. Menunjukkan nilai, sikap dan perilaku akhlak tercela (pasif, rendah diri, tidak punya pendirian).

6. Terbiasa menjauhi akhlak tercela (pasif, rendah diri, tidak punya pendirian).

5.

Mencintai dan meneladani sifat dan perilaku kehidupan Rasul / sahabat / ulama’

Siswa menunjukkan sikap dan perilaku meneladani Utsman bin Affan ra (ketekunan dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya

Siswa mampu :

1. Menunjukkan sifat dan perilaku baik dari kehidupan Utsman bin Affan ra (ketekunan dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya

2. Mengindentifikasi nilai-nilai yang patut diteladani dari Utsman bin Affan ra (ketekunan dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya

3. Mencontoh nilai-nilai yang patut

4. diteladani dari Utsman bin Affan ra (ketekunan dan keteguhan aqidahnya) dan atau tokoh lainnya

5. Terbiasa meneladani sifat dan perilaku dari Utsman bin Affan ra (ketekunan dan keteguhan aqidahnya) dalam kehidupan sehari-hari

B. Kurikulum KTSP 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. Pertama, Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. Kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi.


Berikut saya tampilkan contoh Pembahasan mengenai materi Aqidah Ahklaq di MTsN kelas VIII semester I :

Kelas VIII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

Akidah

1. Meningkatkan keimanan kepada kitab-kitab Allah SWT

1.1

Menjelaskan pengertian beriman kepada kitab-kitab Allah SWT

1.2

Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya kitab-kitab Allah SWT

1.3

Menjelaskan macam-macam, fungsi, dan isi kitab Allah SWT

1.4

Menampilkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada kitab Allah SWT

Akhlak

1. Menerapkan akhlak terpuji kepada diri sendiri

1.1

1.2

1.3

1.4

Menjelaskan pengertian dan pentingnya tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah

Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah

Menunjukkan nilai-nilai positif dari tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah dalam fenomena kehidupan

Menampilkan perilaku tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah

2. Menghindari akhlak tercela kepada diri sendiri

2.1

Menjelaskan pengertian ananiah, putus asa, ghadab, tamak dan takabur

2.2

Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan ananiah, putus asa, ghadab, tamak dan takabur

2.3

Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan ananiah, putus asa, ghadab, tamak, dan takabur

2.4

Membiasakan diri menghindari perilaku ananiah, putus asa, ghadab, tamak, dan takabur

d. Kelas VIII, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

Akidah

1. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah

1.1

Menjelaskan pengertian dan pentingnya beriman kepada Rasul Allah SWT

1.2

Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya Rasul Allah SWT

1.3

Menguraikan sifat-sifat Rasul Allah SWT

1. 4

Menampilkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada Rasul Allah dan mencintai Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan

2. Memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karamah, ma’unah, dan irhash)

2.1

Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karamah, ma’unah, dan irhash)

2.2

Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karamah, ma’unah, dan irhash) bagi Rasul Allah dan orang-orang pilihan Allah

Akhlak

1. Menerapkan akhlak terpuji kepada sesama

1.1

Menjelaskan pengertian dan pentingnya husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun

1.2

Mengidentifikasi bentuk dan contoh perilaku husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun

1.3

Menunjukkan nilai-nilai positif dari husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun dalam fenomena kehidupan

1.4

Membiasakan perilaku husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun dalam kehidupan sehari-hari

2. Menghindari akhlak tercela kepada sesama

2.1

Menjelaskan pengertian hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namiimah

2.2

Mengidentifikasi bentuk perbuatan hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namiimah

2.3

Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namiimah

2.4

Membiasakan diri menghindari perilaku hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namiimah dalam kehidupan sehari-hari

C. Perbandingan Kurikulum antara KBK dan KTSP

NO

KBK

KTSP

1.

Dari Segi Manajemen mengandung:

Ujicoba, pemodelan dan MBS dilakukan oleh pusat (Direktiorat dan Balitbang)

Dari Segi Manajemen mengandung:

BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar, Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan

2.

Dari segi Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum.memuat :

a. Standar kompetensi

b. Kompetensi dasar

c. Indikator

d. Materi pokok

Dari segi Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum.

memuat

  1. Kelompok Mata Pelajaran
  2. Struktur Kurikulum Tiap Jenjang
  3. Standar kompetensi dan Kompotensi dasar

3.

Dari Segi Pembelajaran mengandung:

Berbasis kompetensi, guru sebagai fasilitator

Dari Segi Pembelajaran mengandung:

Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat pembelajar

4.

Dari Segi Pelaksanaan :

Diberikan model-model (model silabus, . model pembelajaean, model penilaian) dalam dokumen lengkap yang disusun pusat sebagai acuan/pedoman

Dari Segi Pelaksanaan :

Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan:

  1. Kerangka dasar kurikulum,
  2. Standar kompetensi,

di bawah supervisi dinas kab/kota (SD/MI, SMP/MTs, PAKET A & B), dan/atau dinas provinsi (SMA, SMK, PLB, PAKET C)

D. Perbandingan Mendasar Materi PAI mengenai Aqidah Akhlaq antara KBK dan KTSP

NO.

Kurikulum 2004

Kurikulum 2006

1.

- Pada kurikulum ini peserta didik sudah dikenalkan lebih perinci tentang sifat sifat Allah, bagi yang wajib, mustahil, dan jaiz. Jadi peserta didik lebih mengenal allah melalui sifatnya dan bisa meyebutkan dalilnya.

- Kurikulum ini kurang tepat untuk diterapkan di kelas VIII MTs, karena materi tersebut termasuk materi dasar yang harusnya ada pada tingkatan Madrasah. Sebab materi beriman kepada Allah dan kitab kitabnya adalah materi awal pada ajaran Agama Islam.

2.

- Pada kurikulum ini peserta didik diajarkan tentang akhlaq terpuji dan tercela tetapi hanya bersifat global tanpa disebutkan secara rinci. Sedang yang masuk pada katagori terpuji dan tercela itu luas maknanya.

- Pada kurikulum ini, lebih dijelaskan secara rinci apa saja yang termasuk dalam sifat terpuji dan tercela serta menunjukkan nilai nilai positifnya yang ada di dalamnya jika peserta didik melakukannya dan juga mencontohkan perilaku tersebut pada kehidupan sehari hari.

3.

- Pada semester II, materi ini terdapat keterkaitan pada materi semester I, ini memudahkan peserta didik untuk mengembangkan pola fikirnya tentang sifat sifat Allah beserta Rosulnya. Beserta mukjizat yang telah diwahyukan oleh rasul dan juga mengenal lebih dalam tentang pribadi rasul agar peserta didik diharapkan bisa menerapkan pada kehidupan sehari hari.

- Pada materi semester II ini materi yang disampaikan hampir sama dengan kurikulum KBK 2004. Perbedaannya terletak pada adanya bukti bukti dan dalil mengenai kebenaran adanya Rasul dan sifatnya.

4.

- Peserta didik hanya di perintahkan untuk meneladani sifat sifat para rasul. Tanpa disertai bukti bukti kenabian atas dirinya, dan berusaha mengaplikasikan pada kehidupan masyarakat.

- Peserta didik lebih dikenalkan dengan kejadian kejadian luar biasa yang terjadi pada diri rasul, sebagai bukti atas kebenaran kenabiannya dan juga dijelaskan adanya hikmah yang terkandung pada kejadian tersebut.

E. Kesimpulan

Pada kurikulum KBK, materi yang dijelaskan bagi peserta didik memang lebih rinci dan peserta didik bisa memahami materi lebih luas karena materinya bersifat umum, dan dengan kurikulum KBK juga bisa membuat peserta didik lebih kreatif dan berpikir luas tentang materi, tapi kekurangan pada kurikulum KBK, materi yang disampaikan banyak yang ganjal bagi siswa karena kurang ada korelasinya antara bab awal dan selanjutnya.

Sedang pada kurikulum KTSP, materi yang disamapaikan pada peserta didik lebih banyak. Pada dasarnya kurikulum KTSP itu sama dengan KBK, namun perbedaannya terletak pada korelasi pada bab masing masing serta materi yang ada pada KTSP lebih dijelaskan secara bertahap. Ini bertujuan agar peserta didik dapat mencerna materi dengan baik karena materinya cenderung ringan.

No comments:

Post a Comment

Monggo Kawan - Kawan yuk Berkomentar ^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review